Kenapa Bajak Laut Bermata Satu

Wed 1st Nov, 2006 | Filled in : Joke |  Comments (0)

Seorang pelaut bertemu dengan seorang bajak laut di sebuah bar dan terlibat perbincangan seru tentang petualangan mereka. Si pelaut sangat tertarik melihat si bajak laut yang mengenakan kaki palsu, tangan berkait, dan bermata satu.

“Gimana ceritanya anda bisa berkaki palsu seperti itu?” tanya si pelaut.

“Waktu itu ombak besar menghempaskan saya ke laut…dan ternyata di tempat itu banyak hiunya ! Ketika teman-teman menarik saya ke atas, seekor hiu menggigit kaki saya hingga lepas!” cerita si bajak laut berapi-api.

“Wow!!!” teriak si pelaut. “Terus, gimana ceritanya anda bisa memakai kait tajam di tangan anda?”

“Yaaah…inilah kehidupan keras bajak laut. Waktu itu saya dan teman-teman terlibat peperangan dengan musuh kami. Sialnya, seorang musuh berhasil menebas tangan saya hingga putus. Sejak saat itulah saya mengenakan tangan kait,” jawab si bajak laut.

“Luarrr biasaaa!!!!!” si pelaut terkagum-kagum mendengar cerita heroik itu.
“Lalu, apa yang terjadi dengan mata anda?”

“Ini kejadiannya pagi hari, sehabis hujan. Ketika itu saya mendongak ke atas melihat keindahan pelangi. Eh, tiba-tiba seekor camar melintas dan membuang kotoran tepat di mata saya,” ujar di bajak laut.

“Anda kehilangan mata gara-gara dijatuhi kotoran oleh seekor camar?” tanya si pelaut nggak percaya.

“Hari itu adalah hari pertama saya mengenakan kait di tangan,” jawab si bajak laut.


Memelas

Thu 28th Sep, 2006 | Filled in : Joke |  Comments (0)

Seorang anak berlari menemui ibunya di dapur.
Anak : “Bu, minta uang.”
Ibu : “Buat apa?”
Anak : “Itu, di depan rumah ada orang yang berteriak memelas.”
Ibu : “Apa teriakannya?”
Anak : “Bakso, Bakso!”


Nggak Bilang Siapa Siapa

Sat 2nd Sep, 2006 | Filled in : Joke |  Comments (0)

Ceritanya Pak Bedu jengkel banget. setiap kali pohon mangganya berbuah, pasti buahnya dicolong oleh orang-orang entah dari mana. Tapi kalau ditungguin malingnya gak pernah datang giliran ditinggal, mangganya hilang. Banyak lagi. saking kesalnya Pak Bedu menaruh kertas besar di pohon mangganya dengan tulisan “Tuhan tahu siapa yang mengambil mangga ini”

Dengan lega ia meninggalkan pohon mangganya. berharap si pencopet terketuk hati nuraninya.

Esok harinya lagi-lagi mangganya hilang, tapi tulisan di kertas itu bertambah “Tuhan tahu siapa yang mengambil mangga ini, tapi Tuhan tidak akan bilang siapa-siapa”