Tidak Melihat
“Apakah Saudara tidak melihat lampu merah?” tanya seorang polisi kepada seorang pengendara motor.
“Saya lihat, Pak.”
“Lalu kenapa Saudara tidak berhenti?”
“Saya tidak melihat Bapak.”
“Apakah Saudara tidak melihat lampu merah?” tanya seorang polisi kepada seorang pengendara motor.
“Saya lihat, Pak.”
“Lalu kenapa Saudara tidak berhenti?”
“Saya tidak melihat Bapak.”
Seorang istri sangat sedih karena akhir-akhir ini suaminya sering pulang malam dalam keadaan mabuk. Suatu hari ia marah besar kepada suaminya, “Seenaknya saja kamu bersenang-senang di luar, meninggalkan aku sendirian!”
Akhirnya si suami memutuskan untuk mengajaknya ke bar. Sesampainya disana, si suami memesan minuman keras seperti biasanya, dan memesankan satu gelas untuk istrinya. Ketika si istri mencoba meminumnya, ia langsung memuntahkannya lagi.
“Minuman apa ini? Ihh, gak enak !!” komentar si istri. “Tuh kan, makanya jangan dikira aku bersenang-senang di sini….”
Bondan lagi santai sambil baca koran di halaman depan, ketika ia tiba-tiba dikagetkan dengan sebuah pukulan di belakang kepalanya “toennggg……..” demikian bunyi piring seng yang dipukulkan oleh istrinya dan tepat mengenai jidatnya.
Nggak ada hujan, nggak ada angin, nggak ada gempa dipukul kepalanya, si Bondan tentu marah-marah donk.
“He…ngapain mukul-mukul suamimu ??!! Mau kuwalat apa !!!”
“Lu dasar laki-laki hidung belang…..” balas istrinya.
“Siapa Desi yang kamu tulis namanya di kertas dalam dompetmu itu ?”
Bondan sempat gelagapan, nyaris kepergok selingkuhnya dengan Desi, untung dia langsung ketemu jurus ampuh buat menghindar…..
“O… rupanya itu toh….. Desi itu nama kuda taruhan, kemarin aku sempet taruhan sama temen-temen di kantor” jawab Bondan pura-pura bersungut-sungut sambil mengelus-elus jidatnya yang benjol.
Untung sang istri percaya, jadi perang dunia tak jadi meletus….
Tiga hari kemudian…. “Tooeennggg…” kali ini rantang mendarat di kepala Bondan lebih kenceng. Hampir pingsan Bondan marah-marah lagi sama istrinya.
“Ngapain kau pukul aku lagi Maam ??!!”
Istrinya dengan kalem menjawab “Tuch… kudamu telepon nyari kamu……”